Nahdliyin dan Rutinan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Rutinan di sebuah kampung seolah menjadi penanda bahwa di situ tinggal komunitas Nahdliyin. Di majelis-majelis rutinan itulah para Kyai, tetua, dan warga, secara reguler bertemu. Dipersatukan dalam bingkai seremoni puji dan munajat ke Hadirat Rabbi. Mendulang syafa’at Nabi dengan gembira.

Pada bangsa lain, inilah culture-party. Sebuah kebiasaan yang secara sublim telah mewarnai banyak aspek pada sosiopsikologis masyarakat. Menjadi budaya. Ia turut membentuk dan sekaligus menjaga karakter sebuah bangsa. Pada kasus Indonesia, dan rutinan a la Nahdliyin, tentu pembentukan dan penjagaan yang dimaksud adalah pada aspek karakter religiusitasnya.

Bertolak dari situ, ALKIMYA berinisiatif membawa “partying” ini ke ranah internet. Sebuah ruang maya yang kini makin lengkap dengan kampung-kampung dan entitas kekiniannya (cyber-villages; trends).

ALKIMYA tak ingin membuang kesempatan untuk mengambil peran. Membangun pilar budaya yang sama —yang telah terbukti memberi banyak manfaat di alam nyata itu, di alam internet.